Kenapa harus mulai belajar data di DQLab? Nih 5 alasannya!

Gambar 1. DQLab Website (https://dqlab.id/)

Hallo, selamat datang teman-teman yang sedang membaca tulisan ini. Tulisan ini akan banyak bercerita mengenai pendapatku tentang Course DQLab. Ini murni pendapatku dan pastinya akan ada bias karena aku sangat terbantu dengan adanya DQLab. Untuk itu, tolong saring semua informasi yang kalian peroleh karena aku percaya kalian orang yang kritis. Aku berharap semoga tulisan ini bisa membantu meningkatkan proses belajar kalian di DQLab yaa. :)

Pertama-tama mari kita flashback sebentar ke tahun 2021, tahun aku ketemu dengan DQLab. Cerita mengenai itu teman-teman bisa baca lengkap di sini yaa! Ohya aku belajar data sebelum aku ketemu DQLab, aku belajar dari Webinar di Youtube dan Coursera (Google Data Analytics) terus ketemu deh dengan DQLab. Proses aku belajar sampai merasa nyaman bekerja dengan data itu sekitar 6 bulan, itu karena aku benar-benar mulai serius belajar di DQLab sekitar bulan ke-3. Seandainya aku ketemu DQLab di hari pertama aku belajar data, menurutku aku hanya butuh 3 bulan untuk merasa nyaman bekerja dengan data. Jadi aku berharap, ketika teman-teman ngebaca ini, kalian bisa belajar data jauh lebih cepat dengan DQLab yaa.

Alasan 1 : Kamu akan ketemu Senja dan teman-temannya!

Gambar 2. Teman-teman Senja (https://academy.dqlab.id/)

Kalau kalian udah pernah nyobain baca modul DQLab, pasti gak asing sama sih Senja. Yup! Mentor kita, orang yang nemenin kita belajar berbagai materi di modul DQLab. Senja ini jago! Jadi ketika baca modul DQLab, kita seakan-akan diajak berkomunikasi dengan Senja jadinya gak ngerasa sendiri. Bagi kalian yang ngerasa peran mentor itu penting, pasti terbantu dengan adanya sosok Senja!

Dulu, pas semester 1 perkuliahan aku sempat belajar bahasa C++, nilaiku hancur dan dari situ aku punya mindset bahwa “Duh koding susah! Gak mungkin aku bisa jadi bagian dari anak-anak IT yang otaknya jago2”. Tapi ternyata? Who knows? I’m here today. Sosok Senja ini berperan dalam mengubah mindsetku. Ketika kita ngerasa ada sosok ‘mentor’ yang nemenin kita belajar, kita akan ngerasa bahwa belajar coding gak sesulit itu. Kita diajak belajar tapi sambil berdialog. Andai aku bisa ketemu Senja langsung, udah aku kasih coklat mungkin yaa haha.

Alasan 2: Kamu bisa belajar 3 bahasa programming sekaligus!

Gambar 3. Modul DQLab

Ketika kamu ingin berkarir di bidang data, kamu pasti tahu bahasa apa yang harus kamu kuasai kan? Yup! R, Python, dan SQL. Kamu mau belajar semua bahasa itu hanya di satu sumber? DQLab tempatnya. Setiap modul pun dibagi per sub bab mulai dari modul persiapan, modul fundamental, dan modul untuk ngerjain berbagai project menggunakan bahasa tersebut. Jadi nanti kalian gak akan ngerasa berat karena proses belajarnya sudah terarah dari materi basics > intermediet > advanced > projects. Bahkan materinya dan projectsnya dibuat sama kakak-kakak mentor yang udah jadi data practisioner lho jadi seperti real case beneran.

Tapi, aku punya pesan ke teman-teman. Ketika ingin belajar suatu bahasa, fokuslah di satu bahasa sampai kalian ngerasa nyaman. Kalau aku fokus di SQL jadinya semua modul dan project SQL di DQLab aku sikat! Bahkan ketika aku sudah selesai, aku baca ulang semua modulnya dan ngerjain projectnya lagi supaya makin nempel aja ilmunya.

Sekarang aku lagi coba belajar bahasa Python dan kalian tahu apa? Bahkan di DQLab disediakan E-book tambahan seperti langkah-langkah untuk install Python, Data Warehousing, Machine Learning, dll. Sekarang aku lagi praktek bahasa Python dengan Jupyter Notebook dan itu semua karena aku baca Ebook DQLab yang ngebantu aku untuk install Python. Nih judul Ebooknya kalau kalian penasaran “Instalasi Python 3 dan IDE atau Anaconda Distribution pada Windows 10”. :D

Alasan 3: Kamu akan dapat Projects!

Gambar 4. Contoh project DQLab untuk bahasa SQL

Udah dapat materi, kita dikasih projects lagi! Kurang apa lagi guys? Bahkan kita dikasih soal-soal yang related sama real case di berbagai industry. Project ini membantu banget buat teman-teman yang lagi cari kerja karena hasil pengerjaan projectsnya plus sertifikatnya bisa dishare di LinkedIn, GitHub, atau Medium sebagai portofolio teman-teman.

Ohya, semua projects SQL yang aku kerjain di DQLab, benar-benar kepake lho di tempat kerja aku sekarang. Selain itu, aku ketemu kok beberapa orang yang berhasil berkarir dan keterima kerja di bidang data hanya dengan bermodalkan hasil kerjaan di project-project yang udah DQLab sediakan. DQLab ini sungguh tahu bahwa teori aja itu gak cukup, kita butuh praktek. Ketika aku berhasil ngerjain projects di DQLab, aku semakin percaya diri sama kemampuan koding aku. Jadi ketika teman-teman join jadi member DQLab, jangan lupa kerjain projects nya yaa! Practice makes perfect, right?

Alasan 4: Kamu akan dapat networking dan bantuan dari Community!

Gambar 5. Discord DQLab

Teman-teman ngerasa takut kesusahan ngerjain projects di DQLab? Jangan takut. Aku juga punya momen waktu ngerasa gak bisa ngerjain soalnya, udah ngerasa benar tapi gak bisa submit atau ngerasa codenya error terus. DQLab menyediakan Discord sebagai tempat untuk semua member DQLab bertanya.

Dulu, waktu aku bingung banget sama soalnya. Aku bertanya di grup dan aku kaget bahkan aku dikasih kesempatan untuk Live Discussions lho biar langsung dibantu sama kakak-kakak DQLab. Selain itu, kamu juga bisa ketemu sama member-member DQLab yang lain. Kamu pasti seneng deh bisa berada di lingkungan atau komunitas orang-orang yang punya ketertarikan yang sama.

Alasan 5: Harganya murah!

Aku termasuk salah satu orang indonesia yang suka makanan murah meriah muntah :D. Tapi terkadang, makanan murah itu gak enak dan gak sehat. Ibarat makanan, DQLab ini beda. Udah murah, materinya berkualitas, disediakan projects, disediakan discord, bahkan ada webinar-webinar gratis. Kalian ada kosa kata yang bisa menggambarkan betapa kerennya DQLab ini gak?

Dulu aku bayar DQLab itu Rp89.000 untuk 6 bulan jadi kira-kira Rp500 rupiah sehari. Aku gak nemu course lain yang semurah DQLab. Kalau sekarang aku lihat di websitenya Rp127.000 untuk 6 bulan jadi kira-kira sekitar Rp705 rupiah sehari. Kalian masih ngerasa gak worth it bayar segitu untuk semua alasan yang udah aku jabarin? Wah! Coba pikir ulang deh.

Apakah DQLab cukup?

Aku ingin menutup tulisan ini dengan sebuah pertanyaan terakhir. Apa belajar di DQLab saja cukup? Tentu saja tidak teman-teman, tapi belajar di DQLab menjadi langkah awal yang baik buat teman-teman yang ingin berkarir di data. Setelah dari DQLab, aku masih ikut course lain kok di Coursera, DataCamp, Udemy, dll.

Hanya saja, ketika belajar di DQLab, aku dapat konsep dasarnya, aku dapat fundamentalnya dan aku dapat bayangan projects real case itu seperti apa. Jadi ketika belajar di sumber lain jadi lebih mudah. Kenapa? karena sumber lain khususnya di bidang data kebanyakan berbahasa inggris. Berdasarkan pengalamanku, ketika kita udah paham fundamental suatu ilmu, kita akan lebih mudah untuk memahami materi lanjutan yang lebih advanced walaupun berbahasa inggris. Ditambah lagi, ilmu pengetahuan itu akan terus berkembang dan pastinya banyak hal-hal baru yang harus kita eksplor sendiri, entah itu nyari di komunitas, stackoverflow, medium, atau mbah Google. Jadi pastikan kita jadi bagian dari lifelong learner yaa :)

Selain itu, kita harus paham bahwa ketika ingin berkarir di bidang data, tools hanya sebagai pembantu kita menyelesaikan masalah. Belajar data bukan berarti hanya belajar tools, kita juga harus membangun business understanding kita, curious terhadap data yang kita punya, paham problem apa yang ingin kita selesaikan, dan pastinya mengasah kemampuan komunikasi kita untuk menjelaskan insight yang kita punya kepada orang-orang yang non teknis (users ataupun stakeholders).

Ohya, tidak lupa. Sebagai member DQLab, aku ingin DQLab menjadi course yang lebih maju lagi ke depannya. Untuk itu, aku ada feedback. Menurutku masih banyak materi tentang data yang jauh lebih luas lagi. Semoga DQLab kedepannya bisa meningkatkan modul-modulnya lagi, terutama untuk materi-materi yang jauh lebih advanced. :))

Jadi setelah kalian udah sampai di paragraf terakhir, kalian tertarik untuk daftar DQLab gak? Kalau kalian masih ragu atau ada pertanyaan lain, kritik, atau saran terkait tulisan ini atau terkait DQLab. Feel free to reach me out anytime di LinkedIn yaa!

--

--

Hello, there. Try to write something worth reading. Really passionate in data analytics fields. https://www.linkedin.com/in/saraswati9/

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Saraswati Saraswati

Saraswati Saraswati

Hello, there. Try to write something worth reading. Really passionate in data analytics fields. https://www.linkedin.com/in/saraswati9/